Read Users' Comments (0)
Kisah Teladan
Posted in
21.11
Al Qur’an
Sebagai Pembela...........
Abu Umamah ra. Menerangkan bahwa
Rasulullah Saw. Telah menganjurkan agar umat Islam semuanya mempelajari dan
mengamalkan Al Qur’an. Karena Rasulullah saw. Telah memberikan keterangan
tentang kelebihan Al Qur’an. Bahwa Al Qur’an dikatan sebagai pembela kelak di
hari kiamat.
Rasulullah Saw. Bersabda, “Pelajarilah
dan amalkan kandungan Al Qur’an, sebab diakhirat nanti dia akan datang kepada
orang-orang yang mempelajarinya. Sedangkan saat itu semua manusia butuh pembelaan
atau pertolongan.”
Diceritakan bahwa hari kiamat nanti
manusia-manusia sibuk mengurusi dirinya sendiri. Mereka dihadapkan pada hisab,
yakni perhitungan amal. Jika amal kebaikannya sedikit, pastidimasukkan neraka.
Alkisah, Al Qur’an berubah bentuk
menjadi sangat tampak dan elok. Ia mendatangi seorang pemuda yang ketika
hidupnya tekun mempelajari Al Qur’an.
“Apakah kau
mengenalku?” tanya seorang laki-laki yang sangat elok itu.
Pemuda tersebut
heran dan hanya melongo karena takjub melihat keelokan wajah lelaki didepannya. “Siapa ya? Aku belum pernah
mengenalmu.”
“Akulah ketika didunia yang pernah kau
cintai, kau sanjung dan kau hormati. Dirimu rela bangun malam untukku dan
membacanya diwaktu siang. Lalu nasihatku kau amalkan dalam kehidupanmu,” kata
orang yang tak lain adalah penjelmaan Al Qur’an tersebut.
Pemuda itu semakin heran. Ia berfikir
dan mengingat-ingat. Namun semakin mengingat, pikirannya semakin kacau. “Aku
tak mengerti,” keluhnya.
“Cobalah kau ingat-ingat. Setiap pergi
aku kau bawa dengan sangat hati-hati. Kau jaga diriku dari najisdan dari tempat
yang tak terhormat!”
Pemuda itu berfikir lagi. “Apakah
engkauAl Qur’an yang sering kubaca ketika didunia?”
“Ya, benar. Akulah Al
Qur’an yang sangat kau hormati. Sekarang
aku akan menjadi pembelamu,” Ujarnya.
Orang tersebut lalu
membawa sang pemuda tadi ke sebuah tempat yang indah.
“Inilah kerajaan
yang kekal. Ambillah!” kata orang itu.
“Benarkah?” tanya
seorang pemuda.
“Benar, Allah telah
memberikannya kepadamu karena kau mengamalkan Al Qur’an dikala hidupmu.”
Orangitu lalu memasang
sebuah mahkota yang indah, terbuat dari permata, intan berlian.
Ayah dan bunda
pemuda tersebut juga didatangi orang yang tak lain adalah jelmaan Al Qur’an. Lalu
mereka diberi mahkota.
“Aduh, bagus benar. Mengapa
Engkau memberi Mahkota?” tanya orangtua si pemuda.
“Pemberian Allah
sebagai balasan atas pahalamu,” Ujar orang itu.
“Mana mungkin. Amal
kebaikanmu tidak seberapa dibandingkan
dengan mahkota ini,” kata mereka.
“Pemberian kemuliaan
ini karena anak kalian telah mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an.”
Masalah Kebangsaan Indonesia
Posted in
Label:
Kewarganegaraan
09.01
Korupsi di Indonesia
Merajalela.....!!!!!!!!!!!!
Di jaman ini banyak sekali orang yang menginginkan derajat jabatan
tinggi dan yang paling tinggi. Banyak orang-orang yang menghambur-hamburkan
uang hanya untuk memiliki jabatan tinggi di kalangan pemerintahan. Bahkan
artis selebritis pun juga banyak yang berganti profesi menjadi pejabat.
Tanpa mereka sadari bahwa seorang pemimpin itu mempunyai tanggung
jawab/amanah yang sangat besar terhadap
rakyatnya. Karena rakyat sudah memilih dan mempercayakan kepada orang-orang
tersebut. Namun sekarang banyak orang yang lalai dengan hal itu. Mereka menghambur-hamburkan
uang yang ada, yang bukan hak miliknya tapi hak milik rakyatnya dipergunakan
untuk berfoya-foya demi menuruti nafsu
mereka sendiri seperti keliling dunia, operasi plastik, mempunyai rumah yang
megah, dan lain sebagainya tanpa sadar uang yang mereka gunakan adalah uang
rakyatnya.......
Nahhhh... apakah ini wajah
pejabat pemerinta di negara Indonesia ini......
Untuk semua para pejabat pemerintah sadarlah dengan tanggung
jawab/amanah yang kalian emban sekarang.....
Dan perhatikanlah kami sebagai rakyat kalian......
Radikalisme Bagi Bangsa Indonesia
Posted in
Label:
Kewarganegaraan
08.26
Radikalisme.....!!!!!!!!
Radikalisasi adalah transformasi dari sikap pasif atau aktivisme kepada
sikap yang lebih radikal, revolusioner, ekstremis, atau militan.
Sementara istilah "Radikal" biasanya dihubungkan dengan
gerakan-gerakan ekstrem kiri, "Radikalisasi" tidak membuat perbedaan
seperti itu.
Sedangkan
Radikalisme sendiri sebuah kelompok atau gerakan politik yang kendur dengan
tujuan mencapai kemerdekaan atau pembaruan electoral yang mencakup mereka yang
berusaha mencapai republikanisme, penghapusan gelar, redistribusi hak milik dan
kebebasan pers, dan dihubungkan dengan perkembangan liberalisme (sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik
yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak
adalah nilai politik yang utama).
Berbicara tentang bangsa Indonesia yang didalamnya
terdapat berbagai keyakinan beragama. Memang negara lain berpendapat bahwa
negara Indonesia adalah negara yang
memeluk agama Islam terbesar didunia tapi bangsa Indonesia bukan hanya mengakui
agama Islam saja seperti Kristen, Budha, Hindu, dan Katholik juga di akui di Indonesia.
Jadi apabila radikalisme diterapkan di Indonesia rasanya
tidak akan cocok karena mengakibatkan kerugian di berbagai sisi. Sebagai contoh
kelompok-kelompok teroris yang menginginkan keadilan didalam negara tapi mereka
menuangkannya dengan bentuk-bentuk yang tidak sewajarnya. Seperti membuat bom yang akhirnya deledakkan. Yang
akhirnya bukan hanya melukai dirinya sendiri tetapi juga banyak melukai orang
lain. Dan kebanyakan yang melakukan ini adalah orang Islam yang menentang
dengan adanya budaya barat atau lainnya. Tetapi kita sebagai warga
negara yang baik seharusnya menghormati dan menghargai agama yang lain.....
Kasus Warga Negara
Posted in
Label:
Kewarganegaraan
07.13
Jawa Pos, 4 Oktober 2012
Dua
Pencuri Mobil Didoooooorrrrrr...........
Iwan Sudarto,
36, warga Kidal, Krajan,Tumpang, ini terbilang sangat nekat. Saat digrebek
polisi, dia melawan. Akibatnya, kaki kanannya harus menerima hadiah timah
panas.
Hadiah
itu pantas diterima karena pada jum’at lalu (29/9) dia mencuri Pikap Grand Max
N 9014 milik Ngaminten, warga Ngadireso, Puncokusumo.
Iwan
yang pernah dipenjara itu harus kembali mendekam didalam jeruji besi. Pada 2008,
dia harus masuk bui karena kasus kepemilikan senjata api rakitan.
Saat
mencuri pikap tersebut, dia tidak sendiri. Iwan dibantu Sariman, 39, warga
pabrikan, Jambesari, Puncokusumo. Bapaktersebut juga dihadiahi timah panas
dikaki kiri. Keduanya beraksi pukul
02.00 ketika pemilik pikap masih terlelap. Mereka membagi tugas. Iwan menjadi
pengemudi dan Sariman mendorong mobil dari teras rumah.
Namun,
apes. Belum sempat menikmati hasil kejahatannya, keduanya tertangkap polisi. Rencananya
mereka akan menjual mobil tersebut ke Hartono dengan harga Rp15 Juta. Lantas,
Hartono, akan menjualnya lagi Rp 17 Juta. Yang ingin membeli lagi sudah ada. Pembelinya
tinggal di Selir, Banyuwangi, kata Hartono.
Ternyata,
Hartono ini dikenal dekat dengan Iwan saat sama-sama mendekam di jeruji besi
lowokwaru pada 2008. “Di Lowokwaru, mereka (Iwak dan Hartono) sekamar.
Akhirnya, mereka membuat kelompok itu,” ungkap Kesatreskim Polres Malang AKP
Deky Hermansyah.
Nah menurut saya ”Lembaga
Pemasyarakatan belum maksimal dalam menyiapkan para terpidana bila sudah keluar
dan terjun dimasyarakat agar tidak terjerumus lagi pada tindak pidana. Yaitu
penyiapan mental melalui kegiatan kerohanian, juga masalah-masalah untuk
memenuhi hidupnya.”
Ajarilah Aku Syahadat.....!
Posted in
06.32
Suatu hari pendeta Nasrani datang berkunjung ke Madinah. Ia
ingin bertemu dengan Rasulullah Saw. Sebenarnya mereka telah mempelajari kitab
Injil yang menceritakan tentang adanya Nabi diakhir jaman. Nabi itu lahir di
Makkah dan membawa ajaran agama Islam. Kitabnya bernama Al Qur’an. Maka mereka
sangat penasaran dan ingin membuktikan ayat-ayat Injil yang pernah
dipelajarinya.
“Benarkah engkau bernama Muhammad?” tanya salah seorang
diantara mereka.
“Benar,” Jaawab Rasulullah.
Kedua pendeta itu saling berpandangan. Mereka berbisk, “
ciri-ciri orang ini seperti yang disebutkan dalam Injil.”
Lalu salah seorang diantara mereka bertanya, “Apakah namamu
juga Ahmad?”
“
Benar,” jawab Rasulullah
“Siapakah nama ayah dan ibumu?”
“Ayahku bernama Abdullah dan Ibuku bernama Aminah.”
Dua pendeta itu benar-benar yakin bahwa orang yang
dihadapinya adalah Muhammad, Nabi yang telah dijelaskan dalam ayat-ayat Injil.
Mereka kemudian menyatakan maksud kedatangannya.
“sungguh, kami ingin menanyakakamu bisa menjawab n sesuatu
kepadamu. Jika, maka kami akan beriman dan mengikuti ajaranmu,” kata mereka.
“Silahkan!” Kata Rasulullah.
“Wahai Muhammad, jelaskan syahadat terbesar dalam Alkitab! Pinta
mereka.
Rasulullah terdiam. Lalu turunlah firman Allah yang
kemudian disampaikan kepada kedua pendeta itu.
“Syahadat yang terbesar dalam Alkitab adalah:
Allah menciptakan roh-roh sebelum badan-badannya, terpaut empat ribu tahun. Dia
menciptakan rejeki-rejeki terpaut empat tahun dan dipersaksikan oleh-Nya dengan
DzatNya sebelum makhluk diciptakan.” Kata Rasulullah.
“Makhluk yang kumaksudkan adalah
langit dan bumi, baik daratan maupun lautan. Maka Allah berfirman: Syahidallohu
wahuwal azizul hakim,” demikian Rasulullah menjelaskan.
Maka dua pendeta itu membenarkan
kalimat yang disampaikan oleh Rasulullah. Mereka lalu membaca dua kalimat
syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.
Langganan:
Komentar (Atom)







