Pahlawan Hidup dan Matiku



Pahlawan Hidup dan Matiku......!
Kita hidup didunia ini pasti membutuhkan orang lain, karena manusia adalah sebagai makhluk sosial yang selalu bergantung kepada orang lain. “sepintar apapun robot pasti tidak akan bisa mengalahkan penciptanya”.
Begitu pula dengan hidupku....
Aku hidup didunia tidak tiba-tiba ada dan tiba-tiba hidup didunia yang fana ini. Pasti ada beberapa proses sebelumnya. Yah aku hidup karena Allah melalui ibuku. Ibu telah mengandung ku sembilan bulan dengan penuh kasih sayang. Mengharapkan aku lahir dengan menjaga baik-baik dirinya. Setelah itu melahirkanku dengan mengorbakan hidup dan matinya demi melahirkan aku, mengharapkan aku hidup didunia untuk mendampinginya didunia ini. Ibu merawatku dengan penuh cinta dan kasih sayang. Saat aku kecil tengah malam aku menangis ibu dengan ikhlas hati bangun untuk melihatku. Saat aku sakit ibu juga tidak bisa tidur karena ibu khawatir akan keadaanku.

Ayah.......
Eaaaa......aku juga punya ayah. Ayah juga berperan penting dalam hidupku. Tiap pagie, tiap hari tanpa mengenal lelah beliau selalu mencari nafkah buat keluarganya terutama untuk aku yakni anaknya. Untuk memenuhi kehidupan kita, menyekolahkan kita dan lain sebagainya.
Ayah dan ibu, kita sebut-sebut dengan orang tua. Orang tua yang selalu kita hormati dan patuhi. Orang tua adalah figur atau sosok manusia yang berarti penting dalam kehidupan kita didunia ini. Karena orang tua adalah sebagai guru pertama dan utama dalam hidup kita.......seperti halnya dengan orang tuaku yakni ayah dan ibu. Mereka selalu membimbingku, mengajariku tentang berbagai hal dalam kehidupan. Bagaimana menjadi seseorang yang baik, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Mengajariku membaca, menulis, menggambar dan lain sebagainya. Dan bukan hanya itu ayah dan ibuku juga selalu mengajariku bagimana cara menghormati, bersikap dan berbahasa dalam berbicara terhadap orang lain. Dan aku bersyukur aku dilahirkan oleh seorang ibu dilingkungan yang mengerti agama dan bertingkah baik dimasyarakat. Karena disekitar ku banyak sekali anak-anak kecil yang bahkan yang masih di usia TK mereka tidak bisa menghormati orang lain disekelilingnya bahkan kepada orang tuanya pun mereka suka membentak-bentak suka berkata kotor dan lain sebagainya.

Hemmmmmmmmmmm..........
Orang tuaku juga menyekolahkan aku....
Nahhhh... disekolah aku juga punya orang tua yang kedua yakni Bapak-Ibu guru. Mereka juga banyak berartisekali dalam kehidupan ku. Tanpa mereka aku tak akan bisa seperti ini aku dapat melanjutkan sekolah diperguruan tinggi ini juga berkat do’a-do’anya terhadap semua muridnya serta ke uletannya dalam membimbingku. Aku tak akan mungkin melupakan sosok semua guruku karena engkau sangat berarti dalam perjalanan hidupku. Kebetulan aku sekolah dari MI, Mts. MA di yayasan sekolah yang sama yakni Darun Najah  yah inilah nama sekolah ku yang sangat aku cintai dan aku banggakan 12 tahun aku disitu pasti banyak cerita yang ada. Dan guruku pun juga sama selama 12 tahun. Aku masih teringat pada waktu MI kelas 4-6 tiap selalu saja diberi PR matematika, ipa dan ips. Selalu disuruh untuk mengerjakan soal-soal yang ada dengan banyaknya tugas-tugas tersebut aku kuwalahan untuk mengerjakannya sampai sampai aku menagis karena banyak tugas yang belum terselesaikan. Waktu sekolah gurunya memang sangat keras banget. Ada sebagian murid atu temanku yang tidak mengerjakan PR dan ada juga yang disuruh maju kedepan mengerjakan soal dipapan dia tidak bisa  karena tiap mengerjakan tugas dia selalu menyontek teman yang lain.. guruku pun marah dan tiap kali ada muridnya yang tidak mengerjakan tugas dan tidak hafal waktu suruh hafalan kita selalu disuruh putar-putar mengelilingi sekolahan.  Tapi kini aku sadar dan tahu maksud dari guruku kenapa beliau melakukan itu. Karena pelajaran itu masih teringat diotakku.

Waktu aku MTs-MA guru-guru juga banyak mengajari ku tentang agama dan selalu momotivasiku untuk selalu belajar, berjuang untuk menempu pendidikan dan lain sebagainya. Bahkan banyak para bapak ibu guruku yang selalu menceritakan tentang  perjuangan hidupnya pada masa lalu dalam menempuh pendidikan. Dengan cerita tersebut aku termotivasi untuk bangkit dan menatap masa depan yang lebih cerah. Aku masih ingat setiap tutur kata yang terucap ari guruku. Contohnya tetaplah berjuang apabila kamu ingin sessuatu maka sesuatu yang kamu inginkan bagaimana caranya, bagaimanapun sulitnya kamu harus bisa mendapatkan sesuatu itu dengan berbagai hal asal itu positif.

Tapi bagiku yang ku anggap guru itu bukan hanya orang tua dan bapak ibu guru yang berada disekolah saja akan tetapi semua orang yang berada disekitarku yang selalu memberikan ilmu kepadaku.

Ayah, Ibu, Bapak dan Ibu guruku engkau sangatlah berarti dan berjasa dalam kehidupanku. Tanpa kalian aku tak akan bisa hidup seperti ini. Kan ku ingat selalu segala perjuanganmu untukku. Bagiku engkaulah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa bagi kehidupanku.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Pahlawan Hidup dan Matiku"

Posting Komentar